Gajah Sumatra

№ 75 dari 100

KritisMamalia · Gajah

Gajah Sumatra

Elephas maximus sumatranus

Gajah Sumatra kehilangan dua pertiga hutannya dalam 25 tahun — kawanan kini berkeliaran di perkebunan yang sepuluh tahun lalu masih berupa rimba.

Perkiraan tersisa ~2.400–2.800 Menurun
Sebaran
Indonesia
Kawasan
Asia
Habitat
Hutan hujan dataran rendah Sumatra — hutan yang sama yang paling cepat dibuka untuk kelapa sawit

Kisahnya

Saat dataran rendah Sumatra beralih menjadi kelapa sawit dan kayu pulp, gajah terpojok ke dalam fragmen-fragmen dan konflik pun meningkat tajam. Konservasi kini berpusat pada pengamanan koridor antarkawanan, tim tanggap cepat yang mengarahkan gajah menjauh dari ladang, dan perlindungan hutan gambut besar yang tersisa.

Apa yang membunuh mereka

  • Hilangnya 70% habitat dalam satu generasi
  • Konflik manusia–gajah dan peracunan
  • Perburuan liar untuk gading
  • Kawanan yang terisolasi

Siapa yang memperjuangkan mereka

Logo adalah milik organisasi masing-masing dan tertaut ke situs resmi mereka.

Jawaban singkat

Berapa banyak Gajah Sumatra yang tersisa di dunia?

Sekitar ~2.400–2.800. Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) terdaftar sebagai Kritis dalam Daftar Merah IUCN, dan tren populasinya menurun. Angka-angka ini adalah estimasi yang dihimpun dari Daftar Merah IUCN dan organisasi konservasi.

Di mana Gajah Sumatra hidup?

Gajah Sumatra ditemukan di Indonesia (Asia). Habitatnya: Hutan hujan dataran rendah Sumatra — hutan yang sama yang paling cepat dibuka untuk kelapa sawit.

Mengapa Gajah Sumatra terancam punah?

Ancaman utama bagi Gajah Sumatra adalah: Hilangnya 70% habitat dalam satu generasi; Konflik manusia–gajah dan peracunan; Perburuan liar untuk gading; Kawanan yang terisolasi.

Siapa yang berupaya menyelamatkan Gajah Sumatra?

Organisasi yang bekerja dalam konservasi Gajah Sumatra antara lain World Wide Fund for Nature; Fauna & Flora International; International Union for Conservation of Nature — Species Survival Commission.