№ 78 dari 100
Badak Hitam
Diceros bicornis
Pemakan dedaunan berbibir kait dari Afrika ini kehilangan 96% jenisnya dalam dua dekade perburuan liar — dan kini perlahan pulih dengan gigih.
- Sebaran
- NamibiaAfrika SelatanKenyaZimbabweTanzania
- Kawasan
- Afrika
- Habitat
- Sabana, semak belukar, dan tepian gurun di Afrika timur dan selatan
Kisahnya
Antara tahun 1970 dan 1993 jumlah badak hitam anjlok dari 65.000 menjadi nyaris 2.300 ekor. Zona perlindungan intensif, program pemotongan cula, dan translokasi untuk membangun kembali wilayah jelajah yang hilang telah melipatgandakan populasinya sejak itu — namun seekor badak masih diburu di Afrika hampir setiap hari.
Apa yang membunuh mereka
- Perburuan liar untuk cula
- Hilangnya habitat
- Populasi kecil yang terfragmentasi
Siapa yang memperjuangkan mereka
Save the RhinoSave the Rhino International
International Rhino FoundationInternational Rhino Foundation
WWFWorld Wide Fund for Nature
African ParksAfrican Parks Network
Logo adalah milik organisasi masing-masing dan tertaut ke situs resmi mereka.
Jawaban singkat
Berapa banyak Badak Hitam yang tersisa di dunia?
Sekitar ~6.400. Badak Hitam (Diceros bicornis) terdaftar sebagai Kritis dalam Daftar Merah IUCN, dan tren populasinya pulih. Angka-angka ini adalah estimasi yang dihimpun dari Daftar Merah IUCN dan organisasi konservasi.
Di mana Badak Hitam hidup?
Badak Hitam ditemukan di Namibia, Afrika Selatan, Kenya, Zimbabwe, Tanzania (Afrika). Habitatnya: Sabana, semak belukar, dan tepian gurun di Afrika timur dan selatan.
Mengapa Badak Hitam terancam punah?
Ancaman utama bagi Badak Hitam adalah: Perburuan liar untuk cula; Hilangnya habitat; Populasi kecil yang terfragmentasi.
Siapa yang berupaya menyelamatkan Badak Hitam?
Organisasi yang bekerja dalam konservasi Badak Hitam antara lain Save the Rhino International; International Rhino Foundation; World Wide Fund for Nature; African Parks Network.