№ 15 dari 100
Badak sumatera
Dicerorhinus sumatrensis
Badak terkecil dan terberbulu — peninggalan hidup dari garis keturunan badak berbulu — kini berjumlah kurang dari 50 ekor.
- Sebaran
- Indonesia
- Kawasan
- Asia
- Habitat
- Hutan hujan dataran rendah dan pegunungan yang lebat di Sumatra dan Kalimantan Indonesia
Kisahnya
Tersebar di kantong-kantong rimba Sumatra yang terlalu jauh satu sama lain untuk saling menemukan, ancaman terbesar bagi spesies ini kini adalah kesepian: betina yang terisolasi kehilangan kesuburan tanpa perkembangbiakan teratur. Sebuah program suaka nasional sedang mengumpulkan badak-badak terakhir ke fasilitas pembiakan yang dilindungi, tempat lima anak telah lahir sejak tahun 2012.
Apa yang membunuh mereka
- Populasi kecil dan terpencil yang jarang bertemu untuk berkembang biak
- Perburuan di masa lalu
- Fragmentasi habitat
Siapa yang memperjuangkan mereka
International Rhino FoundationInternational Rhino Foundation
WWFWorld Wide Fund for Nature
Save the RhinoSave the Rhino International
Logo adalah milik organisasi masing-masing dan tertaut ke situs resmi mereka.
Jawaban singkat
Berapa banyak Badak sumatera yang tersisa di dunia?
Sekitar ~34–47. Badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) terdaftar sebagai Kritis dalam Daftar Merah IUCN, dan tren populasinya menurun. Angka-angka ini adalah estimasi yang dihimpun dari Daftar Merah IUCN dan organisasi konservasi.
Di mana Badak sumatera hidup?
Badak sumatera ditemukan di Indonesia (Asia). Habitatnya: Hutan hujan dataran rendah dan pegunungan yang lebat di Sumatra dan Kalimantan Indonesia.
Mengapa Badak sumatera terancam punah?
Ancaman utama bagi Badak sumatera adalah: Populasi kecil dan terpencil yang jarang bertemu untuk berkembang biak; Perburuan di masa lalu; Fragmentasi habitat.
Siapa yang berupaya menyelamatkan Badak sumatera?
Organisasi yang bekerja dalam konservasi Badak sumatera antara lain International Rhino Foundation; World Wide Fund for Nature; Save the Rhino International.