№ 12 dari 100
Citah Asia
Acinonyx jubatus venaticus
Citah dahulu berlari kencang melintasi Asia dari Arab hingga India — kini kurang dari tiga puluh ekor bertahan di gurun-gurun Iran.
- Sebaran
- Iran
- Kawasan
- Asia
- Habitat
- Padang stepa gersang dan wilayah gurun di dataran tinggi tengah Iran
Kisahnya
Citah Asia terakhir di dunia hidup dengan kepadatan yang sangat rendah di seluruh gurun tengah Iran yang luas, tempat jalan-jalan antar suaka membunuh lebih banyak citah daripada predator mana pun. Para pegiat konservasi Iran memasang kamera jebak di lubang-lubang air dan mengampanyekan pemagaran jalan, dan anak pertama lahir di penangkaran pada tahun 2022.
Apa yang membunuh mereka
- Tabrakan kendaraan
- Berkurangnya mangsa
- Konflik dengan anjing gembala dan petani
- Populasi yang sangat kecil dan terfragmentasi
Siapa yang memperjuangkan mereka
IUCN Red ListInternational Union for Conservation of Nature — Species Survival Commission
PantheraPanthera — Wild Cat Conservation
WCSWildlife Conservation Society
Logo adalah milik organisasi masing-masing dan tertaut ke situs resmi mereka.
Jawaban singkat
Berapa banyak Citah Asia yang tersisa di dunia?
Sekitar ~20–30. Citah Asia (Acinonyx jubatus venaticus) terdaftar sebagai Kritis dalam Daftar Merah IUCN, dan tren populasinya menurun. Angka-angka ini adalah estimasi yang dihimpun dari Daftar Merah IUCN dan organisasi konservasi.
Di mana Citah Asia hidup?
Citah Asia ditemukan di Iran (Asia). Habitatnya: Padang stepa gersang dan wilayah gurun di dataran tinggi tengah Iran.
Mengapa Citah Asia terancam punah?
Ancaman utama bagi Citah Asia adalah: Tabrakan kendaraan; Berkurangnya mangsa; Konflik dengan anjing gembala dan petani; Populasi yang sangat kecil dan terfragmentasi.
Siapa yang berupaya menyelamatkan Citah Asia?
Organisasi yang bekerja dalam konservasi Citah Asia antara lain International Union for Conservation of Nature — Species Survival Commission; Panthera — Wild Cat Conservation; Wildlife Conservation Society.