Nuri perut jingga

№ 25 dari 100

KritisBurung · Burung beo

Nuri perut jingga

Neophema chrysogaster

Salah satu dari hanya tiga nuri migran di Bumi — pada titik terendahnya, hanya 17 burung liar yang kembali dari migrasi.

Perkiraan tersisa ~100 di alam liar (pascamusim kawin) Pulih
Sebaran
Australia
Kawasan
Oseania
Habitat
Berkembang biak di padang rumput button-grass Tasmania; menghabiskan musim dingin di rawa garam daratan utama

Kisahnya

Setiap musim semi nuri rumput kecil ini menyeberangi Selat Bass yang ganas untuk berkembang biak di barat daya terjauh Tasmania. Kawanan liar runtuh menjadi 17 burung pada tahun 2016; pelepasan intensif dari penangkaran, perlindungan sarang, dan pemeliharaan burung muda sejak itu mendorong tingkat kepulangan tahunan ke rekor tertinggi.

Apa yang membunuh mereka

  • Kematian saat migrasi melintasi Selat Bass
  • Hilangnya habitat rawa garam musim dingin
  • Kumpulan gen yang sangat kecil
  • Penyakit

Siapa yang memperjuangkan mereka

Logo adalah milik organisasi masing-masing dan tertaut ke situs resmi mereka.

Jawaban singkat

Berapa banyak Nuri perut jingga yang tersisa di dunia?

Sekitar ~100 di alam liar (pascamusim kawin). Nuri perut jingga (Neophema chrysogaster) terdaftar sebagai Kritis dalam Daftar Merah IUCN, dan tren populasinya pulih. Angka-angka ini adalah estimasi yang dihimpun dari Daftar Merah IUCN dan organisasi konservasi.

Di mana Nuri perut jingga hidup?

Nuri perut jingga ditemukan di Australia (Oseania). Habitatnya: Berkembang biak di padang rumput button-grass Tasmania; menghabiskan musim dingin di rawa garam daratan utama.

Mengapa Nuri perut jingga terancam punah?

Ancaman utama bagi Nuri perut jingga adalah: Kematian saat migrasi melintasi Selat Bass; Hilangnya habitat rawa garam musim dingin; Kumpulan gen yang sangat kecil; Penyakit.

Siapa yang berupaya menyelamatkan Nuri perut jingga?

Organisasi yang bekerja dalam konservasi Nuri perut jingga antara lain BirdLife International; Australian Wildlife Conservancy; Association of Zoos & Aquariums — SAFE Program.