№ 77 dari 100
Hering Punggung-putih
Gyps bengalensis
Pernah mungkin menjadi raptor besar terbanyak di Bumi — puluhan juta ekor — mereka kehilangan 99,9% populasinya dalam 15 tahun.
- Sebaran
- IndiaNepalBangladeshPakistanMyanmarKamboja
- Kawasan
- Asia
- Habitat
- Padang terbuka, desa, dan tempat pembuangan bangkai di seluruh Asia Selatan
Kisahnya
Diklofenak, obat pereda nyeri hewan yang tidak berbahaya bagi ternak, menghancurkan ginjal hering ketika mereka memakan bangkai yang telah diobati; langit Asia Selatan mengosong dalam satu dekade. Larangan obat, 'zona aman hering', dan pusat penangkaran akhirnya memperlambat penurunan ini — dan tanda-tanda pertama stabilisasi mulai tampak.
Apa yang membunuh mereka
- Keracunan diklofenak dari bangkai ternak
- Obat hewan beracun lainnya
- Kelangkaan makanan
- Tabrakan dan tersengat listrik
Siapa yang memperjuangkan mereka
BirdLife InternationalBirdLife International
IUCN Red ListInternational Union for Conservation of Nature — Species Survival Commission
Logo adalah milik organisasi masing-masing dan tertaut ke situs resmi mereka.
Jawaban singkat
Berapa banyak Hering Punggung-putih yang tersisa di dunia?
Sekitar ~6.000. Hering Punggung-putih (Gyps bengalensis) terdaftar sebagai Kritis dalam Daftar Merah IUCN, dan tren populasinya menurun. Angka-angka ini adalah estimasi yang dihimpun dari Daftar Merah IUCN dan organisasi konservasi.
Di mana Hering Punggung-putih hidup?
Hering Punggung-putih ditemukan di India, Nepal, Bangladesh, Pakistan, Myanmar, Kamboja (Asia). Habitatnya: Padang terbuka, desa, dan tempat pembuangan bangkai di seluruh Asia Selatan.
Mengapa Hering Punggung-putih terancam punah?
Ancaman utama bagi Hering Punggung-putih adalah: Keracunan diklofenak dari bangkai ternak; Obat hewan beracun lainnya; Kelangkaan makanan; Tabrakan dan tersengat listrik.
Siapa yang berupaya menyelamatkan Hering Punggung-putih?
Organisasi yang bekerja dalam konservasi Hering Punggung-putih antara lain BirdLife International; International Union for Conservation of Nature — Species Survival Commission.