№ 40 dari 100
Sifaka Sutra
Propithecus candidus
'Malaikat hutan' — lemur berbulu sutra putih — melompat di puncak-puncak berkabut Madagaskar dalam jumlah yang kian menyusut.
- Sebaran
- Madagaskar
- Kawasan
- Afrika
- Habitat
- Hutan hujan pegunungan di pegunungan Marojejy, timur laut Madagaskar
Kisahnya
Sifaka sutra tidak dapat bertahan hidup dalam penangkaran, sehingga nasibnya sepenuhnya bergantung pada hutan-hutan Marojejy, yang dijarah demi kayu rosewood selama krisis politik. Pemandu lokal, ekowisata, dan patroli penjaga hutan kini menjadi perisai utama spesies ini.
Apa yang membunuh mereka
- Pembukaan lahan tebang-bakar
- Penebangan kayu rosewood ilegal
- Perburuan
- Tidak ada populasi penangkaran yang tersedia
Siapa yang memperjuangkan mereka
ZSL EDGEZoological Society of London — EDGE of Existence
Conservation InternationalConservation International
Re:wildRe:wild — Global Wildlife Conservation
Logo adalah milik organisasi masing-masing dan tertaut ke situs resmi mereka.
Jawaban singkat
Berapa banyak Sifaka Sutra yang tersisa di dunia?
Sekitar ~250 (perk. 100–1.000). Sifaka Sutra (Propithecus candidus) terdaftar sebagai Kritis dalam Daftar Merah IUCN, dan tren populasinya menurun. Angka-angka ini adalah estimasi yang dihimpun dari Daftar Merah IUCN dan organisasi konservasi.
Di mana Sifaka Sutra hidup?
Sifaka Sutra ditemukan di Madagaskar (Afrika). Habitatnya: Hutan hujan pegunungan di pegunungan Marojejy, timur laut Madagaskar.
Mengapa Sifaka Sutra terancam punah?
Ancaman utama bagi Sifaka Sutra adalah: Pembukaan lahan tebang-bakar; Penebangan kayu rosewood ilegal; Perburuan; Tidak ada populasi penangkaran yang tersedia.
Siapa yang berupaya menyelamatkan Sifaka Sutra?
Organisasi yang bekerja dalam konservasi Sifaka Sutra antara lain Zoological Society of London — EDGE of Existence; Conservation International; Re:wild — Global Wildlife Conservation.