Ibis Raksasa

№ 37 dari 100

KritisBurung · Ibis

Ibis Raksasa

Thaumatibis gigantea

Burung nasional Kamboja, bayangan setinggi satu meter dari hutan-hutan utara, berjumlah sekitar 200 ekor.

Perkiraan tersisa ~200 Menurun
Sebaran
KambojaLaos
Kawasan
Asia
Habitat
Lahan basah musiman dan hutan dipterokarpa kering di Kamboja utara

Kisahnya

Ibis raksasa selamat dari perang dan kelaparan di utara Kamboja yang terpencil, hanya untuk menghadapi hilangnya hutan yang kian cepat. Skema perlindungan sarang berbasis komunitas membayar warga desa untuk menjaga pohon-pohon tempat berkembang biak, mengikat nasib burung ini pada salah satu upaya konservasi pimpinan desa yang paling berhasil di Asia Tenggara.

Apa yang membunuh mereka

  • Pengeringan lahan basah untuk pertanian
  • Perburuan dan pengambilan telur
  • Penebangan hutan
  • Kekeringan yang diperparah oleh perubahan iklim

Siapa yang memperjuangkan mereka

Logo adalah milik organisasi masing-masing dan tertaut ke situs resmi mereka.

Jawaban singkat

Berapa banyak Ibis Raksasa yang tersisa di dunia?

Sekitar ~200. Ibis Raksasa (Thaumatibis gigantea) terdaftar sebagai Kritis dalam Daftar Merah IUCN, dan tren populasinya menurun. Angka-angka ini adalah estimasi yang dihimpun dari Daftar Merah IUCN dan organisasi konservasi.

Di mana Ibis Raksasa hidup?

Ibis Raksasa ditemukan di Kamboja, Laos (Asia). Habitatnya: Lahan basah musiman dan hutan dipterokarpa kering di Kamboja utara.

Mengapa Ibis Raksasa terancam punah?

Ancaman utama bagi Ibis Raksasa adalah: Pengeringan lahan basah untuk pertanian; Perburuan dan pengambilan telur; Penebangan hutan; Kekeringan yang diperparah oleh perubahan iklim.

Siapa yang berupaya menyelamatkan Ibis Raksasa?

Organisasi yang bekerja dalam konservasi Ibis Raksasa antara lain Wildlife Conservation Society; BirdLife International.