№ 23 dari 100
Addax
Addax nasomaculatus
Hantu Sahara — seekor antelop bertanduk spiral yang tidak pernah perlu minum — telah diburu hingga ke ambang kepunahan di tempat berlindungnya di antara bukit-bukit pasir.
- Sebaran
- NigerChad
- Kawasan
- Afrika
- Habitat
- Lautan pasir dan dataran kerikil yang sangat gersang di Sahara tengah
Kisahnya
Addax dahulu bergerak dalam kawanan ribuan ekor melintasi seluruh Sahara, mengikuti hujan yang tak akan kita sadari. Konflik dan perburuan bermotor selama puluhan tahun menyisakan yang selamat berserak di Niger dan Chad, sementara kawanan setengah liar yang besar di suaka dan reintroduksi besar di Chad menawarkan jalan kembali ke padang pasir.
Apa yang membunuh mereka
- Perburuan oleh kelompok bersenjata
- Gangguan dari eksplorasi minyak
- Kekeringan
- Keterpencilan ekstrem yang menghambat perlindungan
Siapa yang memperjuangkan mereka
Sahara ConservationSahara Conservation
African ParksAfrican Parks Network
IUCN Red ListInternational Union for Conservation of Nature — Species Survival Commission
Logo adalah milik organisasi masing-masing dan tertaut ke situs resmi mereka.
Jawaban singkat
Berapa banyak Addax yang tersisa di dunia?
Sekitar <100 di alam liar. Addax (Addax nasomaculatus) terdaftar sebagai Kritis dalam Daftar Merah IUCN, dan tren populasinya menurun. Angka-angka ini adalah estimasi yang dihimpun dari Daftar Merah IUCN dan organisasi konservasi.
Di mana Addax hidup?
Addax ditemukan di Niger, Chad (Afrika). Habitatnya: Lautan pasir dan dataran kerikil yang sangat gersang di Sahara tengah.
Mengapa Addax terancam punah?
Ancaman utama bagi Addax adalah: Perburuan oleh kelompok bersenjata; Gangguan dari eksplorasi minyak; Kekeringan; Keterpencilan ekstrem yang menghambat perlindungan.
Siapa yang berupaya menyelamatkan Addax?
Organisasi yang bekerja dalam konservasi Addax antara lain Sahara Conservation; African Parks Network; International Union for Conservation of Nature — Species Survival Commission.