Buaya Siam

№ 65 dari 100

KritisReptil · Buaya

Buaya Siam

Crocodylus siamensis

Dinyatakan 'praktis punah di alam liar' pada 1992, buaya suci Kamboja sedang dibangun kembali sungai demi sungai.

Perkiraan tersisa ~500–1.000 di alam liar Pulih
Sebaran
KambojaLaosIndonesia
Kawasan
Asia
Habitat
Sungai berarus lambat, rawa, dan danau di Pegunungan Cardamom dan lembah Mekong

Kisahnya

Dihormati oleh masyarakat Khmer yang menganggap menyakitinya sebagai pantangan, buaya Siam bertahan di sungai-sungai terpencil Cardamom. Individu galur murni yang telah diskrining DNA dari peternakan dilepasliarkan setiap tahun, dan tahun 2024 mencatat rekor penetasan di alam liar lebih dari seratus anak — pertanda terbaik kebangkitan sejauh ini.

Apa yang membunuh mereka

  • Pengambilan untuk peternakan buaya
  • Penggenangan habitat sungai oleh PLTA
  • Terjerat alat tangkap ikan
  • Hibridisasi di peternakan

Siapa yang memperjuangkan mereka

Logo adalah milik organisasi masing-masing dan tertaut ke situs resmi mereka.

Jawaban singkat

Berapa banyak Buaya Siam yang tersisa di dunia?

Sekitar ~500–1.000 di alam liar. Buaya Siam (Crocodylus siamensis) terdaftar sebagai Kritis dalam Daftar Merah IUCN, dan tren populasinya pulih. Angka-angka ini adalah estimasi yang dihimpun dari Daftar Merah IUCN dan organisasi konservasi.

Di mana Buaya Siam hidup?

Buaya Siam ditemukan di Kamboja, Laos, Indonesia (Asia). Habitatnya: Sungai berarus lambat, rawa, dan danau di Pegunungan Cardamom dan lembah Mekong.

Mengapa Buaya Siam terancam punah?

Ancaman utama bagi Buaya Siam adalah: Pengambilan untuk peternakan buaya; Penggenangan habitat sungai oleh PLTA; Terjerat alat tangkap ikan; Hibridisasi di peternakan.

Siapa yang berupaya menyelamatkan Buaya Siam?

Organisasi yang bekerja dalam konservasi Buaya Siam antara lain Fauna & Flora International; Wildlife Conservation Society; International Union for Conservation of Nature — Species Survival Commission.