№ 19 dari 100
Lumba-lumba Māui
Cephalorhynchus hectori maui
Subspesies lumba-lumba terkecil di dunia — sekitar 54 ekor tersisa di lepas satu garis pantai Selandia Baru.
- Sebaran
- Selandia Baru
- Kawasan
- Oseania
- Habitat
- Perairan pesisir dangkal di lepas pantai barat Pulau Utara Selandia Baru
Kisahnya
Lumba-lumba Māui cukup kecil hingga keliru disangka papan selancar anak-anak dan menghabiskan seluruh hidupnya dalam jarak pandang pantai-pantai Selandia Baru. Larangan jaring kini mencakup sebagian besar wilayah jelajahnya, tetapi toksoplasmosis yang terbawa dari darat dan sisa penjaringan insang masih dapat menjatuhkan populasi yang hanya menghasilkan segelintir anak setiap tahun.
Apa yang membunuh mereka
- Tangkapan sampingan jaring insang dan pukat
- Penyakit (toksoplasmosis dari limpasan yang dibawa kucing)
- Populasi yang sangat kecil
Siapa yang memperjuangkan mereka
NZ Dept. of ConservationNew Zealand Department of Conservation
WWFWorld Wide Fund for Nature
IUCN Red ListInternational Union for Conservation of Nature — Species Survival Commission
Logo adalah milik organisasi masing-masing dan tertaut ke situs resmi mereka.
Jawaban singkat
Berapa banyak Lumba-lumba Māui yang tersisa di dunia?
Sekitar ~54. Lumba-lumba Māui (Cephalorhynchus hectori maui) terdaftar sebagai Kritis dalam Daftar Merah IUCN, dan tren populasinya stabil. Angka-angka ini adalah estimasi yang dihimpun dari Daftar Merah IUCN dan organisasi konservasi.
Di mana Lumba-lumba Māui hidup?
Lumba-lumba Māui ditemukan di Selandia Baru (Oseania). Habitatnya: Perairan pesisir dangkal di lepas pantai barat Pulau Utara Selandia Baru.
Mengapa Lumba-lumba Māui terancam punah?
Ancaman utama bagi Lumba-lumba Māui adalah: Tangkapan sampingan jaring insang dan pukat; Penyakit (toksoplasmosis dari limpasan yang dibawa kucing); Populasi yang sangat kecil.
Siapa yang berupaya menyelamatkan Lumba-lumba Māui?
Organisasi yang bekerja dalam konservasi Lumba-lumba Māui antara lain New Zealand Department of Conservation; World Wide Fund for Nature; International Union for Conservation of Nature — Species Survival Commission.