№ 48 dari 100
Hirola
Beatragus hunteri
Antelop terlangka di dunia — hirola si 'bermata empat' — akan menjadi genus mamalia pertama yang hilang sejak harimau tasmania.
- Sebaran
- KenyaSomalia
- Kawasan
- Afrika
- Habitat
- Padang rumput terbuka di perbatasan Kenya–Somalia
Kisahnya
Dinamai dari kelenjar gelap di bawah matanya yang tampak seperti kacamata, hirola tidak memiliki populasi penangkaran di mana pun: jika mereka lenyap dari padang rumput perbatasan Kenya, satu genus utuh ikut lenyap bersamanya. Konservasi komunitas yang dipimpin para penggembala Somali menjalankan suaka anti-predator yang telah mulai menaikkan jumlahnya.
Apa yang membunuh mereka
- Warisan wabah rinderpes dan penyakit
- Kekeringan dan hilangnya habitat akibat menjalarnya semak
- Pemangsaan terhadap kawanan kecil
- Ketidakamanan kawasan
Siapa yang memperjuangkan mereka
Re:wildRe:wild — Global Wildlife Conservation
IUCN Red ListInternational Union for Conservation of Nature — Species Survival Commission
African ParksAfrican Parks Network
Logo adalah milik organisasi masing-masing dan tertaut ke situs resmi mereka.
Jawaban singkat
Berapa banyak Hirola yang tersisa di dunia?
Sekitar ~300–500. Hirola (Beatragus hunteri) terdaftar sebagai Kritis dalam Daftar Merah IUCN, dan tren populasinya menurun. Angka-angka ini adalah estimasi yang dihimpun dari Daftar Merah IUCN dan organisasi konservasi.
Di mana Hirola hidup?
Hirola ditemukan di Kenya, Somalia (Afrika). Habitatnya: Padang rumput terbuka di perbatasan Kenya–Somalia.
Mengapa Hirola terancam punah?
Ancaman utama bagi Hirola adalah: Warisan wabah rinderpes dan penyakit; Kekeringan dan hilangnya habitat akibat menjalarnya semak; Pemangsaan terhadap kawanan kecil; Ketidakamanan kawasan.
Siapa yang berupaya menyelamatkan Hirola?
Organisasi yang bekerja dalam konservasi Hirola antara lain Re:wild — Global Wildlife Conservation; International Union for Conservation of Nature — Species Survival Commission; African Parks Network.